Genigunungpati’s Blog

Hanya sebuah Blog dari Cah gunungPati

Mandalawangi-Pangrango

Senja ini, ketika matahari turun

Ke dalam jurang-jurangmu

Aku datang kembali

Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu

Dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara

Tentang manfaat dan guna

Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan

Dan aku terima kau dalam keberadaanmu

Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi

Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada

Hutanmu adalah misteri segala

Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu ketika dingin dan kebisuan

Menyelimuti Mandalawangi

Kau datang kembali

Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

“Hidup adalah soal keberanian,

Menghadapi yang tanda Tanya

Tanpa bias kita mengerti,tanpa bisa kita menawar

Terimalah, dan hadapilah”

Dan antara ransel-ransel kosong

Dan api unggun yang membara

Aku terima itu semua

Melampui batas-batas hutanmu

Melampui batas-batas jurangmu

Aku cinta padamu Pangrango

Karena aku cinta pada keberanian hidup

Jakarta 19-07-1966

Soe Hok- Gie

“Puisi diatas sengaja aku kutipkan dalam blog ini, sebuah karya dari seorang anak manusia yang pernah hidup di republik ini.”

Iklan

Februari 22, 2010 - Posted by | Uncategorized

5 Komentar »

  1. Waduh…Bendol gak ngerti tentang puisi neh…
    Tapi…kayaknya bagus deh
    šŸ˜‰
    Sukses ya
    Salam

    ya harus bagus wong itu puisi yang sudah melegenda sejak 40 tahun yang lalu hehehe…

    salam sukses selalu juga kang….

    Komentar oleh HumorBendol | Februari 22, 2010

  2. wah, puitis bgttt… menjadikan yg udah indah makin indahhhhh

    iya puitis banget, sayangnya bukan puisi bikinan sendiri…hehehehe….

    Komentar oleh sarahtidaksendiri | Februari 22, 2010

  3. ijin mengamankan pertamaxxxxx

    puisi yang sangat bagus

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh šŸ˜€

    Komentar oleh darahbiroe | Februari 22, 2010

  4. halah..kopi paste….

    *ra gumun*

    hehehe kan udah ku bilang itu puisinya SOE HOK GIE

    Komentar oleh escoret | Maret 5, 2010

  5. sama deng kang, aku juga gak pandai berpuisi
    podo podo gunungpati je

    ” loh sama tho,wekekekks nasib cah gunungpati”

    Komentar oleh slams | Maret 10, 2010


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: